[PALU] Bandara Mutiara Sis Aljufri di Kota Palu sejak pukul 07.00-11.30 WITA diselimuti kabut asap pekat kiriman kebakaran hutan di Pulau Kalimantan dan Sulawesi sehingga menyebabkan transportasi udara terganggu.
"Ada dua pesawat tidak bisa mendarat dan terpaksa berubah arah balik ke Bandara Hasanuddin Makassar," kata Made Joniarta, salah seorang petugas menara kontrol Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Sabtu (17/10).
Ia menjelaskan pesawat yang batal mendarat dan kembali balik lagi ke Makassar adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.
Sebenarnya, kata dia, kedua pesawat reguler tujuan Palu itu sudah berada di atas wilayah Kabupaten Donggala, Sulteng.
Namun karena jarak pandang hanya sekitar 1.000 meter, maka kedua pesawat tersebut memutuskan untuk kembali mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar.
Made mengatakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA608 dari Makassar tujuan Palu seharusnya mendarat di Bandara Mutiara pada pukul 9.00 WITA.
Namun karena kondisi tidak memungkinkan meski sudah berada di wilayah Donggala, sekitar pukul 09.30 WITA terpaksa kembali lagi ke Makassar.
Begitu pula pesawat Lion Air yang sudah masuk wilayah Donggala pada pukul 8.30 WITA tetapi juga harus balik ke Makassar sekitar pukul 8.35 WITA.
Menurut Made, sangat beresiko tinggi, jika kedua pesawat harus memaksakan diri untuk mendarat dengan jarak pandang hanya 1.000 meter.
Karena normalnya jarak pandang bagi pesawat besar yang akan mendarat harus di atas 3.000 meter, sedangkan jarak pandang di Bandara Mutiara Sis Al Jufri hingga kini masih 1.000 meter
1 comments:
Write commentsSabar ya
ReplyEmoticonEmoticon